header

September 2018

M S S R K J S
1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30

Penilaian Website



Sangat Puas
Puas
Cukup Puas
Kurang Puas
Sangat Tidak Puas

 

Admin YM

Statistik User

Hari ini : 14
Kemarin : 15
Bulan ini : 336
Tahun ini : 558
Total : 16
Total Hits : 1038
Online : 1

Rapat Koordinasdi SERGAP

Ditulis oleh Administrator  
Selasa, 01 Nopember 2016 03:31:59 WIB

Sumenep – Selasa (1/11/2016) Dinas Pertanian Tanaman Pangan melaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi SERGAP bertempat di Ruang Pertemuan Ascalonicum Dinas Pertanian yang dihadiri oleh Kadistan Kab. Sumenep Ir. Bambang Heriyanto, M.Si beserta Sekretaris Ir. Imam Suhadi, MM. MT dan Jajaran Kepala Bidang, Tim Monitoring SATGAS SERGAP Korem 0824 Mayor Hermanto, Komandan Kodim 0827 Kab. Sumenep Letkol Inf Budi Santosa, S.Sos, Danramil se Kabupaten (Wilayah Daratan), Kepala UPT se Kabupaten (Wilayah Daratan) dan Distributor Pupuk.

Rapat koordinasi tepat dimulai pada pukul 08.05 WIB yang diawali dengan sambutan dari Dandim 0827 Kab. Sumenep, beliau mengatakan sangat berterima kasih karena Dinas Pertanian memberi dukungan penuh dan beliau mengharapkan apa yang menjadi target dapat dicapai dan dilaksanakan.

Selanjutnya sambutan dari Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumenep Ir. Bambang Heriyanto, M.Si, menyampaikan berkat kerjasama semua pihak, kendala bisa dilewati meskipun taruhan nyawa dalam artian semua tidak kenal lelah bekerja. Kabupaten Sumenep berpartisipasi secara Nasional. Sebanyak 27 Kecamatan di Kabupaten Sumenep yang terdiri dari 19 Daratan dan 8 Pulau merupakan tantangan untuk meningkatkatkan produksi pertanian. Sasaran LTT (Luas Tambah Tanam) dan Inovasi di Sumenep yang terdapat di 19 daratan. Kadistan juga melaporkan tentang keberadaan Alsintan (Alat Mesin Pertanian).

Komandan Kodim 0824 Surabaya Mayor Hermanto turut memberikan sambutan yang mengatakan bahwa Kabupaten Sumenep berjalan dengan baik, maksimal tetapi perlu ditingkatkan lagi karena dalam hal ini beliau menyampaikan apa yang telah disampaikan oleh Dirjen PSP yang mengatakan target bisa berubah dan harus tetap mempertahankan Jawa Timur sebagai lumbung padi nasional. Beliau juga menginformasikan mulai tahun 2017    Indonesia tidak lagi mengimpor beras.

Sambutan terakhir dari Kepala Bulog Kabupaten Pamekasan menyampaikan bahwa “Bulog menampung berapapun produksi dari petani dan pengadaan beras ada SOP nya”, tegasnya.

Diperbaharui pada Selasa, 01 Nopember 2016 03:42:16 WIB
Komentar anda terkait berita ini
Nama
Email
Komentar

 

Search

Info Harga | 2018-09-24

Pengaduan / Pertanyaan


    Table 'dispecom_web.trnpengaduan' doesn't exist